Popular Posts

Tuesday, November 22, 2011

PENGENALAN INTERFACE DAN PORT PARALEL

MODUL II

PENGENALAN INTERFACE DAN PORT PARALEL

I. TUJUAN

1. Praktikan dapat mengenal dan mengetahui layer yang memiliki interface.

2. Praktikan mampu menjelaskan komunikasi data berdasarkan antar muka parallel

3. Praktikan dapat membedakan mode port dan penggunaan iterupsi pada komunikasi parallel.

II. TEORI DASAR

INTERFACE

Interface atau antar muka adalah suatu perangkat yang menghubungkan antara user dengan suatu perangkat dengan perangkat lainnya. Interface dalam penyampaian datanya dapat berupa data serial ataupun parallel. Selain itu interface juga memiliki beberapa lapisan atau layer. Setiap layer interfacing memiliki beberapa bagian sama dengan interface yang dibentuk dan setiap fungsi interfacing tersebut tidak sama. Layer interfacing yang digunakan adalah user layer dan provider layer.

Pada setiap layer interface memiliki fungsi berikut:

1. User layer digunakan untuk perangkat lunak yang digunakan oleh manusia untuk saling berhubungan dengan system dan untuk mengakses system tersebut. User layer menerima permintaan dari klien.

2. Pada resource layer adalah layer pemilih yang dihubungi oleh pemakai untuk menentukan resource apa yang dilakukan dan menghubungkan dengan system penyedia pada interfacing tersebut.

3. Provider layer adalah yang bertanggung jawab untuk perubahan bentuk, meminta dari layer lainnya kedalam format tertentu yang diperlukan oleh system pada interfacing tersebut.

Pada digital interfacing kita mempelajari tentang I/O interfacing dari serial dan parallel ke IEEE-1394 dan USB, interfacing mikroprosesor ke keyboard, interfacing ke alphanumeric display, interfacing microcomputer port ke peralatan berdaya besar.

Pada analog interfacing dan industrial control dapat kita pelajari operational amplifier dan rangkaian, sensor dan tranducer, interfacing D/A converter dan interfacing A/D converter.

PORT PARALEL

Tahun 1991, terdapat pertemuan antara pembuat printer seperti Lexmark, IBM, Texas Instrument dan juga yang lainnya. Mereka kemudian membentuk Network Printing Allience, NPA. Kemudian NPA menetapkan hal-hal yang harus diikuti pembuat perangkat keras agar tidak terjadi incompatible antar berbagai peralatan yang berbeda. Agar lebih diakui, NPA kemudian mengajukan ke Intitute Of Electric and Electronics Engineer (IEEE) dan disetujui menjadi keputusan IEEE 1284, yaitu metode pensinyalan interface parallel dua arah untuk computer yang dirilis tahun 1994, IEEE 1284 ini adalah sebuah standart baru port parallel yang masih compatible dengan parallel port sebelumnya namun lebih handal karena mampu menangani transfer data hingga 1 MBps, panjang kabel hingga 10 meter (maksimum), dan juga komunikasi dua arah (bi-directional).

Pin Port Paralel Printer

Port Paralel atau port printer sebenarnya terdiri dari tiga bagian yang masing-masing diberi nama sesuai dengan tugasnya dalam melaksanakan pencetakan pada printer. Tiga bagian tersebut adalah Data Port (DP), Printer Control (PC), dan Printer Status (PS), DP digunakan untuk mengirim data yang harus dicetak oleh printer, misalnya untuk menginformasikan bahwa kertas telah habis.

DP, PC, dan PS sebenarnya adalah port-port 8 bit, namun hanya DP yang benar-benar 8 bit. Untuk PC dan PS, hanya beberapa bit saja yang dipakai yang berarti hany beberapa bit saja dari port-port ini yang dapat kita manfaatkan untuk keperluan interfacing. Port PC adalah port baca/tulis (read/write). Akan tetapi, kemampuan ini hanya dimiliki oleh Enhanced Paralel Port (EPP), sedangkan port parallel standar/ standar parallel port (SPP) hanya memiliki kemampuan tulis saja. Pada EPP, pengaturan arah jalur DP dilakukan lewat bit 5 Port Control. Jika bit 5 port control bernilai 0, maka jalur dwi-arah Data Port menjadi keluar ke port parallel, sebaliknya jika bit 5 port control bernilai 1, maka jalur dwi-arah data port menjadi masuk dari port parallel.

Perkembangan Port Paralel

Perkembangan teknologi pada parallel port terjadi tiga kali pengembangan sampai sekarang yaitu :

a. SPP (Standar Port Paralel)

Standart parallel port bekerja pada tegangan TTL, yaitu pada logika 1 (tinggi) pada tegangan +5 volt dan pada logika 0 (rendah) pada tegangan 0 volt. Pada SPP pin Db-25 paralel port memiliki signal sebagai berikut:

Pin DB25

Description

In/out

Register Bit

Warna kabel

1

-strobe

Out

Control

Hitam

2

+data 0

Out

D0

Coklat

3

+data 1

Out

D1

Merah

4

+data 2

Out

D2

Orange

5

+data 3

Out

D3

Kuning

6

+data 4

Out

D4

Hijau

7

+data 5

Out

D5

Biru

8

+data 6

Out

D6

Ungu

9

+data 7

Out

D7

Abu-abu

10

-Acknowledge

In

S6+

Putih

11

-busy

In

S7+

Pink

12

+paper-end

In

S5+

Cian

13

+select

In

S4+

Putih hitam

14

-auto feed

Out

C1-

Coklat putih

15

-error

In

S3+

Merah putih

16

-initialize

Out

C2

Orange putih

17

-select input

Out

C3

Hijau putih

18

Biru putih

19

Ungu putih

20

Merah hitam

21

Data bit return (GND)

Ground

Orange hitam

22

Kuning hitam

23

Hijau hitam

24

Abu-abu hitam

25

Pink hitam

Dalam merencanakan sebuah interfacing maka harus memiliki perancangan atau harus mengetahui semua bagiannya. Dimana dapat mengetahui tahap-tahap sebagai berikut:

ü Pengenalan (introducing)

ü Problem addressed

ü Architecture

ü Component of the architecture

ü Query processing

ü Data fusion

ü Status of work and outlock

ü Acknowledgement

b. EPP (Encanched Paralel Port)

Setelah parallel port yang ada dirasakan kurang, maka munculnya EPP yang sudah mengikuti standart IEEE 1284, dan EPP mampu mentransfer data menjadi 500 Kbps – 2Mbps serta bersifat bidirectional (dua arah). Protocol EPP memiliki 4 macam siklus transfer data yang berbeda, yaitu :

ü Data READ : pembacaan Data

ü Address Read : Pembacaan Alamat 18

ü Data Write : penulisan data

ü Address Write : penulisan alamat

Sinyal SPP

Sinyal EPP

Input/Output

Nstrobe

nWrite

Output

nAutoFeed

nDatastb

Output

nSelectIn

nAddstd

Output

Ninit

nReset

Output

nAck

Nintr

Input

Busy

Nwait

Input

D[8.1]

AD[8.1]

Bi-directional

PE

User Defined

Input

Select

User Defined

Input

nError

User Defined

Input

c. ECP (Extended Capability Port)

Perkembangan parallel port berikutnya adalah diperkenalkan Extended Capability Port (ECP), yaitu sebuah protocol yang diajukan oleh Microsoft dan Hawlet Paackard sebagai mode lanjutan untuk berkomunikasi dengan peripheral jenis scanner dan printer “General Baru”. Seperti EPP, ECP mendefinisikan ulang sinyal SPP sehingga menjadi lebih sesuai untuk jabat tangan ala ECP. Tabel berikut menunjukan sinyal ECP yang bersesuaian dengan SPP. Dalam berkomunikasi protocol ECP mempunyai siklus, baik dalam arah “maju” maupun “balik”.

1. Siklus data

2. Siklus command

Sinyal SPP

Sinya ECP

Input/Output

nStrobe

nWrite

Output

nAutoFeed

nDatastb

Output

nSelectIn

nAddstd

Output

Ninit

nReset

Output

nAck

Nintr

Input

Busy

Nwait

Input

Paper Out

nAck Reserve

Input

Select

X-flag

Input

nError

nperipheralRequest

Input

D[8.1]

AD[8.1]

Bi-Directional

Jabat tangan ECP

Berikut ini ilustrasi jabat tangan yang dilakukan computer ketika menggunakan parallel port dalam mode ECP. Telah disinggung bahwa ECP memiliki 2 siklus yaitu siklus data dan siklus perintah. Untuk masing-masing siklus 2 arah, maju dan balik. Karena ada 4 siklus dalam ECP. Selengkapnya ke 4 siklus tersebut adalah :

1. Siklus data balik ECP

2. Siklus data maju ECP

3. Siklus command balik ECP

4. Siklus command maju ECP

Centronix

Centronix adalah standarisasi untuk pentransferan data dari host ke printer. Kebanyakan printer menggunakan centronix yang biasanya digunakan oleh port parallel standart.

Mengakses Port Paralel Menggunakan Visual Basic 6.0

Dibutuhkan suatu cara agar VB bisa melakukan akses perangkat keras. Salah satunya dengan pustaka io.dll, yang harus disimpan atau ditempatkan pada folder :/windows/system32 pada komputer. Cara penggunaannya sangat mudah, pertama definisikan terlebih dahulu fungsi dan procedure untuk akses masukan maupun keluaran perangat keras pada bagian modul khusus VB sebagai berikut :

Public Declare Function In Lib “inpout32.dll”_

Alias “inp32” (ByVal PortAddress As Integer) As Integer

Public Declare Sub Out Lib “io.dll”_

Alias “Out32” (ByVal PortAddress As Integer, ByVal Value As Integer)

Module Visual Basic 6.0

Kedua tinggal penggunaan fungsi dan procedure tersebut secara biasa, dalam menuliskan module VB besar kecilnya tulisan harus diperhatikan, juga huruf besar maka harus huruf besar, tidak bisa diganti dengan huruf kecil, fungsi PortIn membutuhkan dua parameter yaitu alamat perangkat keras dan variable hasil pembacaan data dari perangkat keras dengan tipe data byte. Sedangkan procedure PortOut membutuhkan dua parameter juga, yaitu alamat perangkat keras dan nilai atau variabel yang menyimpan nilai yang akan dikirimkan ke perangkat keras yang bersangkutan.

§ PortOut : mengirimkan data dalam format byte (8-bit) ke port tertentu.

§ PortWordOut : mengirim data dala format word (16-bit) ke port tertentu.

§ PortDwordOut : mengirim data dalam format double word (32-bit) ke port tertentu.

§ PortIn Membaca Data : membaca data dalam format byte (8-bit) dari port tertentu.

§ PortWordIn : membaca data dalam format word (16-bit) dari port tertentu.

§ PortDwordIn : membaca data dalam format double word (32-bit) dari port tertentu.

§ GetPortBit : membaca status dari bit tertentu.

§ SetPortBit : set bit (=1) pada port tertentu.

§ ClrPortBit : reset bit (=0) pada port tertentu.

§ NotPortBit : lakukan inverse (NOT) bit pada port tertentu.

§ RightPortShift : geser bit dari port tertentu ke kanan, LSB – MSB.

§ LeftPortShift : geser bit dari port tertentu ke kiri, MSB – LSB.

§ IsDriverInstalled : akan memberikan nilai bukan-NOL jika io.dll sudah terinstall dan berfungsi. Tujuan utama dari fungsi ini adalah untuk memastikan bahwa penggerak mode kernel pad NT/2000/XP telah terinstall dan dapat diakses.

III. TUGAS PENDAHULUAN

1. Apa yang dimaksud dengan interface? Layer-layer apa saja yang digunakan dalam interface!

Interface atau antar muka adalah suatu perangkat yang menghubungkan antara user dengan suatu perangkat dengan perangkat lainnya. Interface dalam penyampaian datanya dapat berupa data serial ataupun parallel. Selain itu interface juga memiliki beberapa lapisan atau layer. Setiap layer interfacing memiliki beberapa bagian sama dengan interface yang dibentuk dan setiap fungsi interfacing tersebut tidak sama. Layer interfacing yang digunakan adalah user layer dan provider layer.

layer interface:

§ User layer digunakan untuk perangkat lunak yang digunakan oleh manusia untuk saling berhubungan dengan system dan untuk mengakses system tersebut. User layer menerima permintaan dari klien.

§ Pada resource layer adalah layer pemilih yang dihubungi oleh pemakai untuk menentukan resource apa yang dilakukan dan menghubungkan dengan system penyedia pada interfacing tersebut.

§ Provider layer adalah yang bertanggung jawab untuk perubahan bentuk, meminta dari layer lainnya kedalam format tertentu yang diperlukan oleh system pada interfacing tersebut.

2. Jelaskan perbedaan mengenai SPP, EPP, dan ECP!

SPP Standart parallel port bekerja pada tegangan TTL, yaitu pada logika 1 (tinggi) pada tegangan +5 volt dan pada logika 0 (rendah) pada tegangan 0 volt.

EPP Setelah parallel port yang ada dirasakan kurang, maka munculnya EPP yang sudah mengikuti standart IEEE 1284, dan EPP mampu mentransfer data menjadi 500 Kbps – 2Mbps serta bersifat bidirectional (dua arah).

ECP Perkembangan parallel port berikutnya adalah diperkenalkan Extended Capability Port (ECP), yaitu sebuah protocol yang diajukan oleh Microsoft dan Hawlet Paackard sebagai mode lanjutan untuk berkomunikasi dengan peripheral jenis scanner dan printer “General Baru”. Seperti EPP, ECP mendefinisikan ulang sinyal SPP sehingga menjadi lebih sesuai untuk jabat tangan ala ECP. Tabel berikut menunjukan sinyal ECP yang bersesuaian dengan SPP. Dalam berkomunikasi protocol ECP mempunyai siklus, baik dalam arah “maju” maupun “balik”.

3. Download rangkaian aplikasi interface dan parallel port!

4. Buat program VB untuk :

a. Menyalakan 8 buah lampu!

b. Menyala dari kanan ke kiri!

Serta syntak dan print screen dari tampilannya!

5. Download dan buatlah rangkaian driver led (per kelompok)!

Thursday, June 2, 2011

jika

hidup adalah sebuah pilihan yang harus kita pertanggung jawab kan kelak, sehingga pilihlah yang terbaik karena intu akan membawamu dalam jalan kidamaian yang abadi.
banyak dari kita bingung sebenarya jalan yang kita pilih itu adalah pilihan atau sebuah takdir dari tuhan......? entalah saya juga belum temukan itu semua karena umur saya belum terisi dengan keajaiban dari yang kuasa.
tapi jika itu bener aku ingin membanggakan ortu dan buat ortuku bahagia.
buat sodara,keluarga, n' sobat pasti aku juga buat mereka bahagia.
khusus buat pacar aku sie aku ingin selamanya bersama dia n menjadi pelabuahan terakhir yang berikan kebahagian n' anak untukku.

Thursday, May 5, 2011

Memperbaiki Hardisk

Memiliki harddisk yang rusak memang sangat menjengkelkan. Apalagi jika harddisk yang rusak tersebut berisi data-data yang penting bagi kita. Disamping harus kehilangan banyak data, kita juga bisa kehilangan harddisk tersebut. Tetapi sebelum anda membuang harddisk anda, ada baiknya anda simak terlebih dahulu artikel berikut, siapa tahu bisa membantu anda dalam memperbaiki harddisk dan tentu dengan harapan anda tidak jadi membuangnya, he…

Ok, langsung saja berikut beberapa tingkatan kerusakan harddisk dan bagaimana cara memperbaikiya. Disini memang sengaja dibedakan berdasarkan level, karena tingkat kesulitan dalam memeperbaikinya juga berbeda. Secara awam mungkin sulit untuk memperbaikinya, tetapi secara teknis harddisk yang rusak bisa diperbaiki, tergantung level kerusakannya.

Saya membagi harddisk menjadi 4 level, ini berdasarkan riset dan pengalaman saya pribadi selama menangani kerusakan harddisk.

  1. Level 1
    Kerusakan yg terjadi pada level ini bisanya disebabkan Bad sector. Untuk menanganinya ada beberapa cara dan variasi percobaan, disesuaikan dengan merk harddisk dan banyaknya bad sector.
    • Untuk penangan awal bisa gunakan perintah FORMAT C:/C (sesuaikan dengan drive yg akan diformat). /C digunakan untuk mebersihkan cluster yg rusak.
    • Langkah kedua jika belum berhasil bisa gunakan program Disk Manager dari masing-masing pabrik pembuat Harddisk.
    • Jika belum berhasil juga anda bisa gunakan software HDDREG , silahkan download di internet programnya.
    • Jika belum berhasil coba cara Low Level Format atau Zero File.
    • Jika masih belum bisa, anda bisa lakukan pemotongan sector harddisk yg rusak, dengan cara membaginya dan tidak menggunakan sector yang rusak.
  2. Level 2
    Kerusakan yang terjadi pada level 2 adalah Kehilangan Partisi Harddisk dan Data . Ini bisa disebabkan oleh virus atau kesalahan menggunakan program utility. Ada yg perlu diperhatikan dalam mengembalikan Partisi harddisk yang hilang, yaitu kapasitas harddisk dan Jenis File Systemnya. Partisi dengan File System FAT lebih mudah dikembalikan dibanding NTFS atau File System Linux.
    • Cek terlebih dahulu partisi harddisk dengan menggunakan FDISK atau Disk Manager
    • Untuk mengembalikannya bisa gunakan software seperti Acronis Disk Director, Handy Recovery, Stellar Phoniex dll.
  3. Level 3
    Kerusakan yg menyebabkan harddisk terdeteksi di BIOS tetapi tidak bisa digunakan, selalu muncul pesan error pada saat komputer melakukan POST. Biasanya ini disebabkan FIRMWARE dari harddisk tersebut yg bermasalah. Untuk gejala ini banyak terjadi pada harddisk merk Maxtor dengan seri nama-nama Dewa. Untuk memperbaikinya anda bisa download program Firmware dari website merk harddisk tersebut.
  4. Level 4
    Kerusakan yang menyebabkan Harddisk benar tidak terdeteksi oleh BIOS dan tidak bisa digunakan lagi. Ini level yang tersulit menurut saya. Karena untuk perbaikannya kita butuh sedikit utak atik perangkat elektronika dan komponen dalamnya. Menganggulangi harddisk yang tidak terdeteksi oleh BIOS banyak cara.
    • Mengecek arus listrik yg mengalir ke harddisk
    • Mengganti IC pada mainboard Harddisk
    • Buka Penutup Cover harddisk dan cek posisi Head harddisk
    • Cara yg extreme harddisk yg rusak bisa dikanibal dengan harddisk yg lain yg keruskan berbeda, bisa dengan cara mengganti maiboardnya atau mengambil IC nya.

Wednesday, May 4, 2011

Infra Merah ( IR)

Infra Merah adalah cahaya yang mempunyai radiasi dibawah batas penglihatan manusia, sehingga cahaya tersebut tidak tampak oleh mata, seperti frekwensi suara tidak terlihat tapi dapat didengarkan. Memang cahaya tersebut tidak terlihat atau bisa didengarkan tetapi kulit manusia dapat merasakannya. Salah satu contohnya adalah, ketika tangan kita mendekati sesuatu benda mengandung panas seperti tubuh manusia, tubuh hewan, kita dapat merasakannya, tetapi panas tersebut tidak terlihat oleh mata. Sebenarnya api juga memancarkan cahaya infra merah tetapi mengapa bisa terlihat oleh mata, karena api juga memancarkan radiasi cahaya yang lain.

Jika dilihat dengan dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak pada spektrum elektromagnet dengan panjang gelombang di atas panjang gelombang cahaya merah.



Gambar Spektrum Cahaya dan Respon Mata Manusia



Teori
LED (Light Emiting Diode)

LED merupakan komponen yang dapat mengeluarkan emisi cahaya, LED adalah produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan P-N juga melepaskan energi berupa energi panas dan energi cahaya. LED dibuat agar lebih efisien jika mengeluarkan cahaya. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan warna cahaya yang berbeda pula.




Gambar Simbol LED


Photodiode
Photodiode merupakan sambungan substrat tipe N dan substrat tipe P yang dirancang untuk beroperasi bila dibiaskan dalam arah terbalik. Dengan pemberian tegangan mundur ini akan memperluas daerah pengosongan. Perubahan pada daerah pengosongan ini merupakan prinsip kerja dari photodiode.



Gambar a Bentuk fisik



Gambar b Simbol Led IR

Ketika energi cahaya (photon) yang jatuh pada daerah pengosongan photodiode lebih besar dari tegangan barrier silikon yaitu 1,12 eV dan menembus daerah katoda, energi cahaya ini dapat menyebabkan elektron keluar dari pita valensi (valence band) dan masuk ke pita konduksi (conduction band) kemudian meninggalkan hole pada pita konduksi. Dengan kata lain elektron dan hole menempati daerah masing-masing (photovoltaic effect).

Dengan kondisi diatas maka energi cahaya yang jatuh pada daerah pengosongan akan meniadakan sambungan. Daerah pengosongan yang semula menyekat arus ini akan berubah menghasilkan aliran arus elektron-hole.



Gambar Struktur dari Photodiode

Komparator (Comparator)

Pada gambar 5, jika tegangan masukan V1 lebih besar dari tegangan referensi VR, tegangan keluaran Vo akan berharga positif. Karena harga penguatan sangat besar, maka perbedaan tegangan yang relatif kecil akan membawa penguat pada “daerah jenuh”. Karakteristik transfer menunjukkan bahwa sedikit penurunan pada Vi (milivolt) akan membawa op-amp dari jenuh positif ke jenuh negatif (Gambar 6). Jika VR = 0 volt, ini akan menjadi zero-crossing comparator. Komparator jenis ini dapat digunakan untuk mengubah isyarat AC menjadi gelombang kotak dengan operasi pemotongan (clipper) seperti terlihat pada gambar 7.



Gambar Comparator



Gambar Karakteristik Output



Gambar Operasi Pemotongan (Clipper) dengan Opamp


Prinsip Kerja Rangkaian

Gambar Rangkaian Sensor IR

Prinsip kerja rangkaian ini adalah ketika LED memancarkan cahaya (infra merah) maka cahaya yang diserap oleh photodiode dan akan membuat depletion region pada photodiode akan semakin menyempit sehingga arus akan lebih mudah mengalir dari katoda ke anoda.


Gambar Photodioda Aktif

Berdasarkan gambar 8 maka tegangan V1 = 0V, vi = -V2 maka output = 0. Jika LED tidak memancarkan cahaya, maka akan membuat depletion region pada photodiode akan semakin meluas sehingga arus akan sulit untuk mengalir dari katoda ke anoda.



Gambar Photodioda Non Aktif
Maka berdasarkan gambar 8 tegangan V1 = 5V, vi = V1-V2 maka output = 1 jika vi hasilnya positif.

Sensor sharp GP2D12

Sensor sharp GP2D12 digunakan untuk membaca jarak. Sensor ini menggunakan prinsip pantulan sinar infra merah. Dalam aplikasi ini nilai tegangan keluran dari sensor yang berbanding terbalik dengan hasil pembacaan jarak dikomparasi dengan tegangan referensi komparator.

Rangkaian sistem komparator pembacaan jarak dengan sensor sharp GP2D12 ini disajikan pada Gambar berikut:

Prinsip kerja dari rangkaian komparator sensor sharp GP2D12 pada Gambar diatas adalah jika sensor mengeluarkan tegangan melebihi tegangan referensi, maka keluaran dari komparator akan berlogika rendah. Jika tegangan referensi lebih besar dari tegangan sensor maka keluaran dari komparator akan berlogika tinggi.

Selain menggunakan komparator, untuk mengakases sensor jarak sharp GP2D12 dapat dengan menggunakan prinsip ADC, atau dengan kata lain mengolah sinyal analog dari pembacaan sensor sharp GP2D12 ke bentuk digital dengan bantuan pemrograman. Dalam pemrograman BASCOM-AVR untuk mengakses sensor ini dapat menggunakan fasilitas akses ADC yang cukup mudah. Berikut program akses ADC menggunakan BASCOM-AVR.

Sensor UV-TRON

Pendeteksian terhadap gas yang mudah terbakar sangat penting untuk keamanan dalam mencegah kebakaran. Dalam banyak hal, sensor UVtron lebih sensitif untuk mendeteksi api dari pada sensor asap, khususnya pemakaian diluar ruangan dimana konsentrasi asap tidak dapat dideteksi secara cepat oleh pemicu sistem alarm.














Gambar Sensor UVtron

Untuk mendeteksi gas yang mudah terbakar, sangat mungkin untuk menggunakan fitur unik dari api yang terlihat dari spectrum optic yang terdapat pada daerah spectrum Ultraviolet (UV), seperti terlihat pada gambar dibawah ini :


Gambar spectrum electromagnetic dari berbagai sumber cahaya (sumber Hamamatsu Photonics)

Setelah melintas atmosfir, cahaya matahari kehilangan sebagian besar spectrum cahaya UV dengan panajang gelombang di bawah 250 nm, sedangkan suatu nyala api mengandung UV sampai 180 nm. Sensor ini didesain untuk bandwidth yang dibatasi dari spectrum UV yang dihasilakn dari nyala api dan bukan untuk cahaya atau sinar elektrik. Sebuah contoh rangkaian sensor ini terlihat seperti gambar dibawah ini


Gambar UV Flame Detector (a) Tabung sensor UV Flame Detector (b) Rangkaian pendukung (c) sudut respon sensor secara horisontal (sumber Hamamatsu Photonics)

Elemen dari UV detector adalah menggunakan efek fotoelektrik pada logam sehingga dapat melipatgandakan gas yang ada pada tabung. Tabung detector terdiri dari gas tipis dan dikemas dalam tabung. UV tron ini memiliki sudut respon yang lebar dari sisi horizontal maupun vertical. Sensor ini memerlukan tegangan tinggi untuk beroperasi maupun dalam kondisi normal. Ketika ada nyala api, energy yang tinggi dari photons UV membentur katode yang akan melepaskan electron bebas ke gas yang terdapat dalam tabung. Kemudian atom diterima dengan energy besar yang diakibatkan oleh pancaran electron, yang mana gas akan bercahaya dalam batasan spectrum UV. Pada suatu ketika electron akan dipancarkan yang mana lebih banyak UV yang bercahaya. Unsur ini dikembangkan menjadi avalanche-type untuk melipatgandakan electron sehingga membuat region electrically dari katode dan anode menjadi penghantar. Oleh karena itu ketika terkena nyala api atau gas yang mudah terbakar, elemen akan bekerja seperti sebuah saklar arus, yang menghasilkan loncatan tegangan tinggi. Hal ini sesuai dengan keterangan diatas bahwa elemen akan membangkitkan radiasi UV untuk merespon nyala api. Sekalipun dalam intensitas rendah, UV tidak akan memberikan suhu panas untuk manusia dan tidak akan mempengaruhi sensor serupa yang berdekatan.

Saturday, February 26, 2011

bangsa dan generasiku.....

sampai kapan bangsaku kan seperti ini, kami tak tau siapa pahlawan dan siapa musuh kami..
kami generasi muda telah dibingungkan dengan sikap apa yang harus kami lakukan, mau mengikuti yang terdahulu buat rakyat n generasi kita terpuruk dan terjatuh tanpa kami rasakan, apa kami harus berjalan sendiri dengan meraba dulu....? tapi kam takut terjatuh dan tambah buruk...
tapi kami harus berjuang.....